Jumat, 15 Juni 2012

Maria Octaviani C8


TUGAS SOSIOLINGUISTIK
STUDI KASUS TENTANG ALIH KODE



DISUSUN
O
L
E
H
:
NAMA : MARIA OKTAVIANI
KELAS : C.8
NIM : 100388201227

DOSEN : EKA RIHAN KURNI





FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2012/2013




KATA PENGANTAR
Segala puji kami panjatkan kepada Allah SWT. Tuhan pencipta alam semesta yang menjadikan bumi dan isinya dengan begitu sempurna. Tuhan yang menjadikan setiap apa yang ada dibumi sebagai penjelajahan bagi kaum yang berfikir. Dan sungguh berkat limpahan rahmat -Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini demi memenuhi tugas mata kuliah SOSIOLINGUISTIK
Penyusunan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapakan banyak terimakasih.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, sehingga dengan segala kerendahan hati kami mengharapakan saran dan kritik yang bersifat membangun demi lebih baiknya kinerja kami yang akan mendatang.
Semoga makalah ini dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi semua pihak.


Tanjungpinang, Juni 2012


Tim Penyusun
 BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Pada dasarnya, setiap individu mempunyai kemampuan untuk belajar. Proses semacam ini dialaminya semenjak ia lahir sampai tumbuh dewasa. Adanya suatu kegiatan belajar tidak lepas dari pada tujuan yang hendak dicapai yakni agar mampu mengadakan perubahan-perubahan dalam setiap perkembangannya yang ada.
Adapun tantangan yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar amat banyak sekali, khususnya pada lembaga pendidikan. Karena diharuskan atau dituntut agar siswa berhasil dalam studinya tersebut.
Kalau dilihat lebih jauh tentang berbagai upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut, seolah-olah masih terjadi ketidak puasan terhadap siswa dikarnakan tidak sesuai dengan tujuan belajar itu sendiri. Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama agar nantinya siswa dapat mengetahui serta memahami tentang terbagi metode yang harus ia jalani sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
Dalam proses belajar mengajar sangatlah diperlukan suatu metode yang pas yang harus diterapkan dalam kegiatan belajar agar siswa dapat mencapai suatu keberhasilan
B.     Tujuan dan Kegunaan Makalah
1.      Tujuan makalah
a.       Agar mahasiswa lebih terampil dalam pelajaran sosilinguistik
b.      Agar mahasiswa lebih paham dan mengerti mengenai sosiolinguistik lebih spesifik tentang alih kode
c.       Agar mahasiwa lebih tahu,akan pentingnya mata kuliah sosiolinguistik
2.      Kegunaan makalah
a.       Sebagai syarat untuk memenuhi mata kuliah sosiolinguistik
b.      Dengan adanya pembuatan makalah ini,dapat menambah wawasan mahasiswa dalam menimba ilmu pengetahuan mengenai mata kuliah ini dalam pendidikan.

BAB II
ISI

A.    Pengertian Kode
Istilah kode dipakai untuk menyebut salah satu varian di dalam hierarki kebahasaan, sehingga selain kode yang mengacu kepada bahasa (seperti bahasa Inggris, Belanda, Jepang, Indonesia), juga mengacu kepada variasi bahasa, seperti varian regional (bahasa Jawa dialek Banyuwas, Jogja-Solo, Surabaya), juga varian kelas sosial disebut dialek sosial atau sosiolek (bahasa Jawa halus dan kasar), varian ragam dan gaya dirangkum dalam laras bahasa (gaya sopan, gaya hormat, atau gaya santai), dan varian kegunaan atau register (bahasa pidato, bahasa doa, dan bahasa lawak) Kenyataan seperti di atas menunjukkan bahwa hierarki kebahasaan dimulai dari bahasa/language pada level paling atas disusul dengan kode yang terdiri atas varian, ragam, gaya, dan register.
B.     Alih Kode
Alih kode (code switching) adalah peristiwa peralihan dari satu kode ke kode yang lain. Misalnya penutur menggunakan bahasa Indonesia beralih menggunakan bahasa Jawa. Alih kode merupakan salah satu aspek ketergantungan bahasa (languagedependency) dalam masyarakat multilingual. Dalam masyarakat multilingual sangat sulit seorang penutur mutlak hanya menggunakan satu bahasa. Dalam alih kode masing-masing bahasa masih cenderung mengdukung fungsi masing-masing dan dan masing-masing fungsi sesuai dengan konteksnya. Appel memberikan batasan alih kode sebagai gejala peralihan pemakaian bahasa karena perubahan situasi.
Suwito (1985) membagi alih kode menjadi dua, yaitu 
1.      alih kode ekstern
bila alih bahasa, seperti dari bahasa Indonesia beralih ke bahasa Inggris atau sebaliknya dan
2.      alih kode intern
bila alih kode berupa alih varian, seperti dari bahasa Jawa ngoko merubah ke krama.
 Beberapa faktor yang menyebabkan alih kode adalah:
1.      Penutur
seorang penutur kadang dengan sengaja beralih kode terhadap mitra tutur karena suatu tujuan. Misalnya mengubah situasi dari resmi menjadi tidak resmi atau sebaliknya.
2.      Mitra Tutur
mitra tutur yang latar belakang kebahasaannya sama dengan penutur biasanya beralih kode dalam wujud alih varian dan bila mitra tutur berlatar belakang kebahasaan berbeda cenderung alih kode berupa alih bahasa.
3.       Hadirnya Penutur Ketiga
untuk menetralisasi situasi dan menghormati kehadiran mitra tutur ketiga, biasanya penutur dan mitra tutur beralih kode, apalagi bila latar belakang kebahasaan mereka berbeda.
4.      Pokok Pembicaraan
Pokok Pembicaraan atau topik merupakan faktor yang dominan dalam menentukan terjadinya alih kode. Pokok pembicaraan yang bersifat formal biasanya diungkapkan dengan ragam baku, dengan gaya netral dan serius dan pokok pembicaraan yang bersifat informal disampaikan dengan bahasa takbaku, gaya sedikit emosional, dan serba seenaknya.
5.      Untuk membangkitkan rasa humor
biasanya dilakukan dengan alih varian, alih ragam, atau alih gaya bicara.
6.      Untuk sekadar bergengsi
walaupun faktor situasi, lawan bicara, topik, dan faktor sosio-situasional tidak mengharapkan adanya alih kode, terjadi alih kode, sehingga tampak adanya pemaksaan, tidak wajar, dan cenderung tidak komunikatif.

  
BAB III
PEMBAHASAN
( ANALISIS ALIH KODE )

Analisis percakapan adalah analisis yang sistematis tentang peristiwa berbicara yang dihasilkan dalam setiap situasi interaksi percakapan (talk-in-interaction). Analisis percakapan adalah kajian rekaman tentang percakapan dalam interaksi yang terjadi secara alamiah. Pada prinsipnya, analisis percakapan bertujuan untuk menemukan cara-cara partisipan mengerti dan menanggapi penuturan antara partisipan yang satu dengan yang lain dalam suatu giliran berbicara, dengan menitikberatkan pada urutan perilaku. Hal itu berarti analisis percakapan dapat menemukan langkah-langkah yang tidak dapat diduga sebelumnya dan kompetensi sosiolinguistik yang mendasari produksi dan interpretasi percakapan yang urutan interaksinya teratur (Hutchby dan Wooffitt, 1998).
Analisis percakapan adalah sebuah permulaan yang radikal dari bentuk-bentuk analisis yang diorientasikan secara linguistik pada produksi tuturan dan khususnya perolehan pengertian yang tidak hanya dilihat pada struktur bahasa tetapi yang pertama dan utama adalah sebagai sebuah penyelesaian sosial yang praktis. Hal itu berarti kata-kata yang digunakan pada saat berbicara tidak dikaji sebagai kesatuan-kesatuan semantik, tetapi sebagai hasil atau tujuan yang dibentuk dan digunakan dalam batasan aktivitas-aktivitas perundingan dalam berbicara, seperti salam, sapaan, keluhan, dan sebagainya.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa bahasa melayu sangat mempengaruhi komunikasi sehari-hari di Tanjungpinang, dikarenakan penutur merupakan kelompok masyarakat suku melayu dan bahasa daerah atau bahasa nusantara akan selalu berdampingan dengan bahasaIndonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan :
a.       proses terjadinya  alih kode
b.      penggunaan  bahasa melayu sebagai alat berkomunikasi dalam  percakapan tersebut
c.       siapakah yang mendominasi percakapan tersebut
d.       apa yang menyebabkan adanya dominasi dalam percakapan

Dalam hal ini penulis tertarik untuk meneliti fenomena alih kode yang muncul pada percakapan di lingkungan kampus. Dalam percakapan tersebut para mahasiswa sering melakukan alih kode (biasanya dalam bahasa Melayu, bahasa Indonesia).
 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan berikut:
 1. Menunjukkan jenis alih kode dan campur kode yang muncul,
2. Menjelaskan faktor yang memengaruhi munculnya alih kode.
 Data Data diperoleh melalui metode simak libat cakap, di mana peneliti juga berpartisipasi secara langsung dalam pembicaraan.
Setiap kalimat dalam data diurutkan untuk memudahkan analisis seperti dalam  percakapan dibawah ini yang menunjukkan terjadinya alih kode:
jaka        : ok…. Ndek pegi kerje same kah ?
Lili          : temen-temen besok mungkin ada rapat lagi, kemarin kalian gak  datang cuma aku sendiri.
Dari dialog wan menuju ke dialog lili menunjukkan terjadinya proses alih kode, karena ditandai peralihan dari bahasa melayu ke bahasaIndonesia. Ragam yang digunakan adalah ragam santai atau nonformal. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode padan pragmatis (Sudaryanto, 1993:25), di mana peristiwa alih kode dan campur kode dianalisis dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain di luar bahasa tersebut, seperti faktor sosial.

BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
A.  Dalam Percakapan di atas terdapat alih kode dengan beralihnya percakapan berbahasa Melayu beralih berbahasa Indonesiahal ini dibuktikan dengan adanya percakapan sebagai berikut:
rio    : engko ngumpul di sanggar wak! ade Rapat koordinasi
 jaka   : aok…. Kawan dikasih tahu orang tu wak.
said       : seminar die bagos lah wak !
jaka        : aok…. Ndek pegi kerje same kah ?
lili      : hai temen-temen besok mungkin ada rapat lagi, kemarin kalian        pada gak  datang  dari semester kita yang datang  cuma aku tok rek!
Rio     : siapa aja yang mencalonkan?
lili      : kemarin dari semester dua ada Mey sama Haris
rio      : lho..semester dua boleh ikut ta?
B. . Dalam berbagai kepustakaan linguistic secara umum penyebab alih kode itu antara lain: (1) pembicara atau penutur,
(2) pendengar atau lawan tutur,
(3) perubahan situasi dengan hadirnya orang ketiga,
(4) perubahan dari formal ke informal atau sebaliknya,
(5) perubahan topic pembicaraan.
Menurut Crystal (dalam Skiba, 1997:p 3-4), peralihan bahasa satu ke bahasa lain dapat dikarenakan oleh hal berikut ini:
1. Penutur tidak dapat mengungkapkan sesuatu dalam bahasanya sehingga beralih ke bahasa lain.
2. Penutur ingin mengungkapkan solidaritas dengan kelompok sosial tertentu.
3. Penutur ingin mengekspresikan sikapnya kepada mitra tutur.
Wardaugh (1986:102) mengatakan bahwa seorang penutur beralih dari variasi X ke variasi Y karena adanya solidaritas dengan pendengarnya, pemilihan topik, dan jarak sosial. Adapun Chaer dan Agustina (1995:143) menyimpulkan bahwa penyebab alih kode antara lain penutur, mitra tutur, perubahan situasi karena adanya orang ketiga, perubahan dari situasi formal ke informal, dan topik yang dibicarakan.
SARAN
Mahasiswa harus sering melakukan penelitian-penelitian, baik melalui tugas atau penelitian kreatif mahasiswa sendiri dengan menambah wawasan tentang penggunaan bahasa di masyaratakat

  
DAFTAR PUSTAKA
Poedjosoedarmo, S. ,”Analisa Variasi Bahasa “ dalam penataran dilektologi, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,Jakarta, 1976


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar